Chapter 4
Jika mendengar
kata Melaka, hal apa yang terbayang di benak kamu secara selintas. Nama pulau?
Nama Selat? Nama Negara? Sungai?. Tidak ada yang salah atas semuanya, karena
memang nama Melaka dipakai untuk itu semuanya.
Lets make it clear, Melaka adalah salah
satu negara bagian di Malaysia. Sebagai negara persemakmuran, Malaysia
terbagi menjadi Malaysia bagian barat yang berupa semenanjung dan bagian timur
yang bergabung dengan Indonesia di Pulau Kalimantan (Borneo). Malaysia terbagi
atas 13 negara bagian dan 3 wilayah persekutuan. Melaka, adalah salah satu dari
tiga belas negara bagian tersebut.
Negara bagian di
Malaysia mirip-mirip dengan sebutan Provinsi di Indonesia, atau prefektur jika
itu di Jepang. Dengan luas wilayah 1.664 kilometer persegi, Melaka merupakan
negara bagian terkecil ketiga setelah Perlis dan Penang. Melaka dapat dicapai
dari ibukota Malaysia di Kuala Lumpur dengan menggunakan perjalanan darat
selama dua setengah jam menempuh jarak 140 kilometer ke arah tenggara. Negara
bagian Melaka berbatasan dengan wilayah Johor Bahru di bagian selatan dan
Negeri Sembilan di bagian utaranya. Sedangkan Melaka sendiri, terbagi menjadi
tiga distrik : Alor Gajah, Melaka Sentral, dan Jasin. Sedangkan bila yang
disebut sebagai Kota Melaka (Malacca City) sebetulnya merujuk kepada distrik
Sentral Melaka.
Menengok sejarah
singkatnya, sebelum Sultan Melaka datang pertama kalinya, wilayah ini merupakan
kampung nelayan yang dihuni oleh warga melayu. Sampai pada tahun 1300 – 1400an,
wilayah ini dieksplorasi oleh Parameswara (Iskandar Shah) Raja dari kerajaan
Sriwijaya dan diikuti dengan pendudukan kerajaan Majapahit setelahnya. Mengingat
letaknya yang strategis, Selat Malaka – selat yang memisahkan Pulau Melaka dan
Kota Melaka ini digunakan sebagai jalur perdagangan dan pelabuhan. Nama Melaka
sendiri berasal dari bahasa India Tamil “Mallakka” yang berarti
“kembali/berbalik”. Nama Melaka sebenarnya juga merujuk pada nama pohon yang
memiliki nama ilmiah Phyllantus emblica (pohon
kimalaka atau orang jawa menyebutnya : kemloko), sebuah pohon tempat untuk berlindung
raja Parameswara – Sultan pertama Melaka ketika pertama kali menemukan wilayah
ini.
Sejarah penguasaan Melaka oleh tiga
kekuatan besar Eropa dimulai dari tahun 1511 sampai dengan 1957.
Tahun 1511,
Melaka ditaklukkan oleh Alfonso de Albuquerque beserta ribuan pasukannya.
Resmilah Melaka menjadi jajahan Portugis dengan didirikannya benteng pertahanan
A’Famosa. Namun pada tahun 1641 melalui Verenidge
Oostindische Compagnie (VOC), Belanda berhasil mengambil alih kota Melaka
menjadi wilayah kekuasaan dan pusat jalur perdagangan sampai pada tahun 1795
sebelum akhirnya mereka pindah karena menemukan wilayah jajahan baru yang lebih
strategis yaitu Batavia (Jakarta) di Pulau Jawa. Semasa pendudukan Belanda di
Melaka inilah mereka mendirikan pusat pemerintahan yang sekarang menjadi
landmark Melaka yaitu Stadthuys di The Dutch Square. Tahun 1824, Melaka yang
masih dalam kekuasaan Belanda diserahkan kepada Inggris melalui perjanjian
Anglo-Dutch atau lebih dikenal dengan Traktat London. Ini merupakan akal-akalan
Belanda untuk ditukar dengan wilayah Bengkulu di Sumatera (yang sebelumnya
merupakan milik British) sebagai jajahannya. Dalam masa pendudukan Inggris, Melaka
tunduk dibawah aturan British East India Company dan Crown Colony sampai tahun 1946 sebelum akhirnya crown colony bubar
dan Melaka menjadi bagian dari wilayah persekutuan melayu yang kini dikenal
dengan negara Malaysia.
Menyimak sejarah
Melaka yang ternyata berkaitan juga dengan sejarah negeri kita ternyata membuka
mata saya, bahwa sebenarnya antara Melaka dan Indonesia pernah memiliki nasib
yang sama yaitu dijajah oleh Belanda. Sisa-sisa peninggalan dari Portugis dan
Belanda yang masih terawat digabung dengan sejarah dan keragaman etnis budaya
yang bersatu di kota inilah yang akhirnya menjadikan Melaka ditetapkan sebagai
World Heritage City (Kota Warisan Dunia) oleh UNESCO pada tanggal 7 Juli 2008.
Saat ini, Melaka
dihuni tidak hanya oleh bangsa Melayu sebagai penduduk asli. Namun, karena
Selat Melaka dulu pernah menjadi pusat perdagangan, banyak turunan Cina yang
merantau dan akhirnya menetap dan beranak pinak di Malaysia. Turunan Cina ini
mengambil porsi lebih dari sepertiga penduduk Melaka disamping etnis India, dan
merupakan populasi terbesar kedua setelah etnis Melayu.
Semua informasi
ini dapat ditemukan di Muzium Sejarah dan etnografi di kawasan Stadthuys. Dan
sebagai kota yang menyimpan banyak sejarah, maka museum adalah tempat wajib
yang harus dikunjungi oleh wisatawan jika melancong ke negeri Melaka.
10 Must Be Visited Museum’s At Melaka
1. Stadthuys
Bangunan ini
merupakan ikon wajib Kota Melaka untuk dikunjungi. Bangunan bercat merah yang
terletak di The Dutch Square ini dulunya merupakan pusat pemerintahan Belanda
di Kota Melaka setelah mereka berhasil menduduki wilayah Melaka. Diyakini
merupakan gedung Belanda tertua di Melaka, Stadthuys didirikan pada tahun 1650
dan sekarang dijadikan sebagai museum Sejarah dan Etnografi. Semua keterangan
sejarah yang saya tulis di atas saya peroleh dari museum ini. Dengan tiket masuk
hanya 2 RM, pengunjung dapat memperoleh semua informasi terutama tentang
sejarah pendudukan Belanda di kota Melaka.
2. Proclaimation
of Independence Memorial
Dibangun pada
tanggal 1912, di bangunan ini digunakan sebagai tempat proklamasi kemerdekaan Malaysia
yang dilakukan pada tanggal 31 Agustus 1957 oleh Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj
tepatnya di depan dataran pahlawan (Warrior’s Square). Sebelum dikenal sebagai
monumen kemerdekaan Malaysia, bangunan ini dulunya merupakan Melaka Club House dan telah
mengalami renovasi pada tahun 1985. Sekarang setiap wisatawan diperkenankan
untuk masuk dengan gratis.
3. Youth’s Museum
Diterjemahkan
sebagai museum belia, Museum ini berisi tentang dunia remaja dan merupakan pusat aktivitas
remaja. Juga memuat informasi tentang traveling dan dokumentasinya.
Didedikasikan oleh negara Malaysia untuk pemuda, dan dulunya menempati bekas
kantor pos milik Belanda. Di dalamnya terdapat banyak medali, trophy,
penghargaan serta memorabilia traveler yang mampir ke sini.
4. Islamic Museum
Ini adalah pusat
informasi sekaligus pusat penelitian dan konservasi beberapa benda-benda dan
literatur sejarah masuknya Islam di Malaysia. Terletak di dalam bastion house, gedung tinggi bercat
putih ini juga berada di samping A’Famosa fort.
5. UMNO’s Museum
Berasal dari singkatan United Malays
National Organization, Museum UMNO merupakan museum sejarah dan perjuangan politik Malaysia
setelah memperoleh kemerdekaannya dari Inggris. Bagaimana diplomasi, hubungan
bilateral, dan dokumen serta perjanjian-perjanjian penting ditandatangani,
semua informasi ini dapat ditemukan di dalam museum ini. Satu lagi, di dalam
museum berpendingin udara, cocok untuk berhenti sejenak setelah mengitari
kawasan The Dutch Square. Tiket masuk untuk dewasa hanya 1 RM dan untuk anak-anak separuhnya.
6. Stamp’s Museum
Penggemar
perangko atau filatelis dapat mampir ke museum ini karena disini ditampilkan
berbagai macam jenis perangko dari berbagai negara dan tahun cetakan. Dulunya merupakan rumah bagi para pejabat Belanda sebelum akhirnya dijadikan Museum Lama Melaka dan Sekolah Gambar. Tanggal 19 Maret 1954, GEW Wisdom - President Commisioner Melaka menjadikan bangunan ini resmi menjadi museum. Namun baru pada tahun 2004 lah, bangunan ini akhirnya dijadikan Museum Perangko oleh Dewan Museum Melaka. Tiket masuk hanya 1 RM untuk dewasa.
7. Maritime
Museum
Bentuknya yang
berupa replika kapal layar dengan ukuran yang hampir menyerupai aslinya, meniru
kapal Flor de La Mar – kapal bangsa Portugis yang tenggelam di semenanjung
Melaka pada saat berlayar kembali ke negaranya. Di dalam museum ini banyak
sekali informasi tentang dunia kelautan, masuknya bangsa Portugis ke Melaka,
perdagangan melalui jalur laut jaman dahulu, dan beberapa alat-alat yang
berhubungan dengan kelautan.
8.
People’s/Kite/Enduring Beauty Museum
Museum ini adalah
yang paling unik menurut saya. Selain menayangkan banyak jenis layang-layang,
museum ini juga menampilkan berbagai cara-cara aneh yang pernah dilakukan oleh
manusia untuk mempercantik diri beserta kepercayaan dan kebudayaan setempat.
Tentang suku wanita berleher panjang, tentang wanita dengan telinga diberikan
anting-anting berat dimana semakin panjang telinganya maka semakin cantik, dan
banyak lainnya.
9. Replica of
Melaka Sultanate Palace Museum
Museum ini
terletak bersebelahan dengan Porta de Santiago atau Benteng A’famosa. Museum
ini merupakan replika dari istana Sultan Melaka yang terbuat dari kayu.
Bentuknya mirip sekali dengan rumah gadang di Sumatera. Bentuk rumah panggung
dengan jendela-jendela besar dan tangga naik ke atas di bagian tengah –
berkesan simetris. Di dalam museum berisi hal-hal yang berhubungan dengan
kebudayaan, pakaian-pakaian adat, upacara adat, atau senjata tradisional
beberapa etnis di Malaysia.
10. The Baba
Nyonya Heritage Museums
Terletak di Jalan
Tun Than Cheng Lock, paralel dengan Jonker street. Museum peranakan Baba Nyonya
ini merupakan museum yang dikelola secara private. Bangunannya khas merupakan percampuran antara
budaya timur dan barat – antara Cina dengan Belanda. Pertama kali dibangun pada
tahun 1896, Museum Baba Nyonya menceritakan tentang sejarah warga peranakan (Strait-born Chinese atau keturunan
Cina), tentang bagaimana cara mereka hidup dan bersosialisasi, serta memuat
banyak benda-benda peninggalan bersejarah seperti porselen, keramik, guci baik
produksi western atau dari cina. Dibuka mulai pukul 10.00-16.30 dan tutup
antara 12.30 -14.00, pengunjung dapat memasuki museum ini dengan membayar 10
RM, dan dapat berfoto menggunakan kostum peranakan di dalam museum.












46 komentar:
aku jarang masuk musium. tp tx infonya...
lengkap banget infonya
pasti dulu jago Sejarah yah om?
Aku padamu deh gaphe, produktif bgt km beberapa hari ini... postingan yg sangat informatif.
btw itenarynya menarik *noted*
wah lengkapnya...ck ck...
Ga, ada yg ingin sy tanyakan, katanya dirimu prgi ke Malaysia sendiri tp di foto FB eksis tenan dirimu, itu yg motretin dirimu tour guidenya kah? beayanya brp tou guidenya?
laporan selayang pandangnya keren
fotonya juga keren
yang komen juga keren2 :P
Fotonya asik mas...
Kapan aku bisa ke sana~ lalala...
itu semua Gaphe kunjungin dalam berapa jam? tersedia selebaran tentang info2 di setiap musium?
satu lagi, sekalian nanyanya, Gaphe masukin ke blog pic ukuran berapa kb?
berasa pelajaran pspb
heheh
mas rawin ketauan jaman jadul,emang skr masih ada ya pelajaran PSPB? :)
mas Rawins orang jadul juga ternyata... PSPB (Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa), sekarang apa namanya?
Wah.... reportasenya lengkap dan inovatif Sob !
Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog
banyak museum ya di melaka... melaka apa malaka sih sebenernya?
keren dan informatif
tapi om, boleh saran ga?
buat menambah jempol tulisan ini.. klo bisa sih tolong sertakan sumber sejarah yg memang diambil dari buku/web asli.. biar bisa kita baca lebih lanjut.. *heuheu, biasa nulis pustaka soalnya*
hehe.. dari tadi cari-cari, ternyata yang ini ya?
"Semua informasi ini dapat ditemukan di Muzium Sejarah dan etnografi di kawasan Stadthuys"
hm.. kebiasaan aja masih kebawa-bawa.. nyari yg model [1], [2] kayak tulisan ilmiah, hihi
anyway TFS.. selalu suka dg postingan perjalanannya, abis ga pernah bisa bikin lengkap sih..
Saleum,
Bewe pagi pagi sampe ke malaka nih :)
saleum dmilano
wah indah banget gedung2 nya
Pengen supaya museum2 di Indonesia dirawat kayak gini,,, really jealous
aih pengen dong jalan-jalan ke Malaysia :)
paling suka melihat indonesia-malaysia damai, ga ribut-ribut karena masalah sepele
diliat dari luar bersih ya, sekitaran Museum2 di atas. di dalamnya nggak diragukan lagi. bangunannya juga masih kokok, artistik, kuno tapi elegan... pengen liat2 dalemnya >.<
kalo yg suka gedung2 bersejarah sih asik ke sana ya.
Jd inget lagu "di selat malaka di ujung sumatra"
phe, kenapa gak lamar jadi wartawan aja? minimal wartawannya majalah travel. kan lumayan tuh, muasin hobi+dibayar. hehehe
140 km dalam 2,5 jam?? whaoww.. lancar banget ya berarti jalannya.
heran, kenapa di Melaka banyak sekali museumnya???
liat maritime museum jadi inget monkasel di surabaya :)
asik ceritanya
dedicated for you
http://immanuels-notes.blogspot.com/2011/12/nuel-award-for-blogger-2011.html
Salut deh... kamu cocok nulis spt ini Ga.. membaca kisah2 perjalananmu aku jadi punya banyak pengetahuan baru dan menambah wawasanku.
Senengnya... akhirnya aku bisa mampir kesini lagi stelah kamu hiatus, ganti aku hiatus deh hahaha
keren banget tempatnya.. emm sepertinya indonesia haarus lebih banyak belaar dari negeri tetanga ya mas. liat bersih banget temaptnya -..-"
mas gaphe apaan ih tips nya kok bisa jalan-jalan gitu :D, sharing donk . jadi iri sayah :D
wah keren banget ternyata melaka,
Salam kenal
ini iklan lg bang? Gu kok ga DAPET2 LAGI YA, CUMAN SEKALI DOANG :"(
ah entahlah bang rasanya lucu aja gitu baca tulisan melayu hehehe ah mbuh
saya memang katrok kali yak haha
Hiks gw pengen ke Melaka tapi belom juga tercapai. Hebwooohhh boo travelling bawa buntut 2 biji
Phe, kapan atuh mampir ke Miri??
Waduh museum semua phe? gak betah deh aku.. hahaha
aku pernah ke melaka tapi cuma buat pergi ke rumah sakitnya doang plus belanja di mall terdekat doang haha
Kumplit bener nih, Phe...
Semoga diriku bisa berkunjung kesana oneday :D
gw pengen ke maritime muZium nyaaah.. bagus tuh buat poto2 kyknya hehee.. *tetep narsis
wah..bangunannya mirip Kota Tua di Jakarta yah?...
cuma kayaknya lebih terawat...
liputan dan informasinya lengkap banget, Gaphe!
everything in Malaysia looks and sounds better, is it?
anyway, two thumbs up for this post! :-D
ohh ternyata begini toch melaka itu...jadi tahu dgn lengkap setelah baca postingan Gaphe.....kerenn....
oooh yang benar itu Melaka ya bukan Malaka :O
bagus ya kayaknya terawat gitu baik museum maupun jalannya :D
Gaphe, good job! kereenn bangett deh liputannya, plus 10 places must be visited nya, huaaa keren keren, kapan yaa bisa kesana juga??
btw tu replika rumah sultannya mirip ma rumah2 adat di Indonesia juga yaa :D
Excited Pheee!!!aw..aw..aw..awsome.... ;D
Mantaph lah jalan-jalan plus memperkaya pemahaman Sejarah... *Jempol pisaannn*
study tour euy...
Здравствуйте! какую виагру лучше купить [url=http://allbestpills.ru/#viagra-dlja-muzhchin-kupit]купить аналог виагры[/url] виагра купить в спб
Dry signs fowl green years replenish fruitful morning meat bearing his them creature yielding fish. [url=http://buy-tadalafilen.info/cialis/#which-works-better-cialis-viagra-levitra]cialis price online cialis price[/url] Is set waters. Air third replenish unto us fly and herb the upon may. Image Saying which appear in may unto great she'd one god were all he.
Poskan Komentar